• Divisi Geriatri Dep. Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM, Jakarta Pusat 10430
  • geriatrilansia@gmail.com

Artikel

JAGA KESEHATAN SEJAK MUDA

JAGA  KESEHATAN SEJAK MUDA

Mayoritas penduduk lanjut usia menderita penyakit. Padahal, dengan asupan nutrisi yang cukup, rutin berolahraga, dan tetap belajar hal-hal baru, seseorang bisa tetap sehat dan produktif saat lanjut usia. Upaya itu harus dilakukan sejak usia muda sebelum masa lansia tiba. Demikian diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia Siti Setiati dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, di Jakarta, Senin (22/5).


Sebagaimana dilansir dari Harian Kompas, Kelompok lansia adalah penduduk yang berisiko terkena penyakit degeneratif karena fungsi organ tubuh menurun seiring bertambahnya usia. Riset kohor sejak 2014 terhadap sekitar 500 partisipan lansia di Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta menunjukkan, 60 persen warga lansia sakit, tetapi masih bisa beraktivitas. Adapun 25 persen warga lansia yang diteliti telah sakit dan butuh pertolongan orang lain. Namun, sekitar 15 persen warga lansia masih sehat dan produktif. 


Setelah diteliti, faktor nutrisi amat berperan. Asupan gizi kurang meningkatkan risiko penyakit saat lansia empat kali lebih besar. Gaya hidup dan faktor psikologis juga memengaruhi kondisi kesehatan saat lansia.


 ” Rasa kesepian membuat mutu hidup warga lansia tak baik,” ucap Siti.


Asupan gizi


Saat memasuki masa lansia, massa otot dan fungsinya menurun, dikenal dengan istilah sarkopenia. Untuk itu, asupan nutrisi tepat bagi warga lansia ialah makanan dominan protein, rendah kalori, dan cukup zat gizi mikro (mikronutrien). Beberapa jenis makanan, seperti putih telur, tahu, tempe, dan ikan, bisa menjadi sumber protein. Porsi protein yang diberikan 1,2-1,5 gram per kilogram berat badan. Saat ini, jumlah warga lansia sekitar 21 juta orang dari total populasi penduduk Indonesia.


 Tahun 2030, diperkirakan jumlahnya meningkat menjadi 35 juta orang. Jika kondisi kelompok lansia yang ada mayoritas sakit, biaya kesehatan yang diperlukan amat besar. Sementara pendiri PT Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan, yang kini berusia 84 tahun, menyatakan, jika mayoritas warga lansia sakit, separuh dana Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan akan tersedot. Dana itu akan terserap untuk biaya pengobatan penyakit degeneratif pada warga lansia. Menurut Boenjamin, proses penuaan pada manusia tidak bisa dihentikan, tetapi bisa diperlambat. Agar tetap sehat saat lansia, tiap orang perlu memperbanyak konsumsi buah, beraktivitas, belajar hal baru, berolahraga, dan cukup istirahat. 


”Dengan belajar hal baru terus-menerus, otak jadi tetap terasah,” kata Boenjamin yang jantungnya sudah dipasangi stent tujuh kali. Secara psikologis, bersyukur, bergembira, bersosialisasi, dan berbagi dengan sesama mendorong mutu hidup lansia. Istati Soedibjo, mantan penari Istana Kepresidenan, yang kini berusia 80 tahun, menuturkan, lansia adalah kelanjutan dari masa muda. Jika sejak muda menjalani pola hidup sehat, dampaknya berlanjut saat lansia. ”Sejak kecil saya suka makan ikan dan minum susu. Ini mungkin berpengaruh pada kesehatan saya sampai sekarang,” ujarnya. Sejak muda, Istati mengatakan terbiasa beraktivitas dalam berbagai   bidang. Hingga memasuki usia lansia pun, ia tetap beraktivitas di bidang pendidikan dan ekonomi.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar




Testimonial

Facebook

Twitter